Friday, December 26, 2008

Campers

Barangkali anda suka berkemah di hutan, mendaki gunung, atau aktifitas lain yang berkaitan dengan alam. Bila demikian, anda satu komunitas dengan saya. Dan ternyata, sebutan orang-orang yang mencintai alam seperti kita ini bisa menjadi istilah untuk kumpulan-kumpulan manusia yang memiliki karakter tertentu. Anda ingin tahu ada di kelompok mana?

Paul G. Stoltz menggolongkan manusia menjadi tiga kelompok sesuai sebutan yang diberikan kepada para pecinta alam. Dalam bukunya yang berjudul Adversity Quotient dia mengelompokkan orang-orang berdasarkan semangat dan daya juang dengan nama quitters, campers, dan climbers. Lalu, apa yang dimaksud dengan ketiga istilah itu?

Dari namanya barangkali anda sudah memiliki gambaran apa yang dimaksudkan. Untuk campers dan climbers, mungkin itu yang paling gampang dikira-kira karena kita sudah terbiasa dengan istilah camping dan climbing. Dengan demikian kita bisa simpulkan bahwa campers dan climbers itu pasti pelaku dari camping dan climbing. Bagaimana dengan quitters? Pelaku apa dia? Mari kita urai saja satu per satu.

Rupanya istilah-istilah itu dipinjam oleh Stoltz karena ada unsur kesamaan yang dapat digunakan untuk menggambarkan semangat dan daya juang seseorang dalam sebuah pencapaian. Saya merasa apa yang disampaikan Stoltz tidak salah. Dalam kegiatan pecinta alam, mendaki gunung misalnya, ada yang lebih suka berkemah saja di lerengnya, mencapai puncaknya, atau malah anti dengan kegiatan itu.

Quitters. Ketika saya suatu saat akan melakukan pendakian, saya mengajak seorang teman. Barangkali dia tertarik dan mau ikut. Tujuan saya mengajak dia adalah untuk berbagi keindahan yang hanya dapat dijumpai selama perjalanan dan di puncak gunung. Namun rupanya dia tidak suka dengan kegiatan itu. Jelas terlihat dia tidak ingin dekat-dekat dengan aktifitas yang mungkin buat dia konyol sekaligus melelahkan. Saya pun tidak memaksanya ketika menjawab tidak. Orang seperti itulah yang dimaksudkan dengan quitter. Bukan, bukan orang yang tidak suka naik gunung yang disebut dengan quitter. Yang dikelompokkan ke dalam quitters adalah mereka yang tidak mau terlibat atau ambil bagian dalam sebuah kegiatan. Quitters adalah Mereka akan berada jauh-jauh dari kegiatan yang sedang berlangsung. Dianalogikan dalam sebuah pertandingan sepakbola, orang-orang ini hanya menjadi penonton.

Para quitter ini tidak pernah mencapai keberhasilan dari pencapaian sebuah prestasi karena memang dia tidak mau terlibat dalam kegiatan itu. Bagaimana seseorang bisa sampai ke puncak gunung bila dia tidak pernah mendaki gunung? Mana mungkin seseorang dapat mencetak gol bila dia hanya duduk di kursi penonton? Itulah quitter. Dia merupakan orang yang tidak mau terlibat. Orang yang berhenti ketika acara belum mulai. Mereka yang menghindari kewajiban. Mereka menghentikan pendakian dan kembali turun ketika ketemu dengan kesulitan.

Campers. Ini kelompok yang menarik. Terutama di usia remaja, banyak orang suka pergi berkemah. Dengan bekal sekedarnya pun kadang dilakoni. Saya pernah melakukannya. Berbekal uang pas-pasan, peralatan yang jauh dari memadai, saya berangkat camping dengan ”gang” saya. Makanya tidak heran bila harus menumpang mobil bak terbuka dan kedinginan di lereng gunung. Itulah semangat ber-camping. Itulah semangat dari campers. Ketika para camper mendaki lereng gunung untuk berkemah mereka bersemangat menapak jalan yang menuju ke arah puncak. Hanya menuju ke puncak, bukan akan ke puncak. Saat sebuah lokasi yang datar ditemukan atau camping ground telah dicapai, mereka akan berhenti, beristirahat, dan kemudian mendirikan tenda. Mereka cukup puas hanya berada di lereng gunung, bukan di puncaknya.

Campers adalah orang-orang yang cepat puas. Berada hanya di lereng sudah cukup buat mereka. Selama hidupnya campers hanya tinggal di tempat itu. Mereka tidak tertarik untuk mencapai yang lebih tinggi. Tempat yang lebih tinggi artinya juga resiko yang semakin berat. Mereka cukup puas dengan posisi yang ditempati sekarang, senang dengan prestasi yang diraih saat ini. Puncak yang penuh sejuta kemewahan dan kemegahan tidak menarik lagi buat mereka untuk diraih. Mereka tidak mau meninggalkan tendanya.

Climbers. Siapa yang akan menikmati puncak gunung dengan segala keindahannya? Yang pasti buka campers apalagi quitters. Mari kita lihat tiga kelompok yang melakukan pendakian ke Gunung Salak melalui wilayah yang bernama Pasir Reungit, Bogor. Bagi quitters, mereka hanya akan menemukan sebuah sungai berair jernih serta rimbun dan hijaunya hutan pinus yang ada di dekat pos pendaftaran. Mereka tidak akan memperoleh hangatnya air sungai yang mengalir di tengah Kawah Ratu. Untuk campers, mereka akan mendapatkan Kawah Ratu dengan sungai air panasnya dan pemandangan yang luar biasa. Mereka bisa mandi atau berendam di sungai yang membelah Kawah Ratu yang berada di punggung Gunung Salak. Apa yang menjadi imbalan untuk climbers? Luar biasa. Bunga Nephentes (kantong semar), bunga abadi Leontopodium alpinum (edelweis), Elang Jawa yang gagah, sunset dan sunrise, merupakan hadiah bagi para pemberani yang mencapai puncak. Kawah Ratupun bisa dilihat dari jalan yang menuju ke puncak.

Climbers tidak akan berhenti bila belum sampai di puncak. Mereka adalah orang-orang yang berusaha dengan segala daya dan upaya untuk meraih puncak tertinggi. Mereka tidak puas bila hanya berada di lokasi perkemahan yang datar dan nyaman. Climbers sadar ada iming-iming yang terdapat di posisi yang lebih tinggi. Mereka harus ke sana untuk mendapatkannya. Mereka tahu ada resiko yang akan dihadapi tetapi hal itu sudah diperhitungkan. Bagi seorang climber, prestasi yang biasa-biasa saja tidak akan memuaskan jiwanya. Bila belum sampai pada prestasi yang tertinggi, dia pantang berhenti.

Siapa menjadi apa -quitter, camper, atau climber- itu bukan takdir. Anda bisa memilih untuk menjadi salah satu dari ketiga pilihan itu. Tentu saja masing-masing pilihan ada imbalan dan resikonya. Apapun keputusan yang anda ambil, anda mestinya sudah siap dengan segala konsekuensinya. Anda cukup memilih dan menjalaninya. Take it or leave it.

1 comment:

  1. Anonymous11:08 PM

    Susah Pak... Ga' tau saya termasuk kelompok yg mana...
    Tapi yang pasti... Gunung" di Bogor masih menantang saya dengan angkuh...
    Kapan" saya di ajak dong Pak...

    =MAD_BLACK=

    ReplyDelete