Tuesday, June 17, 2008

Kado Terindah

Biasa, penyakit malas kumat lagi. Sudah berapa lama saya tidak menulis buat anda? Setengah bulan lebih! Agar tidak terlalu vakum, biarlah saya kasih anda isi dari email yang dikirim oleh teman saya, Kenik, yang sekarang tinggal di Belgia (Kenik, terima kasih atas forward-tan yang kamu kirimkan). Tulisan yang saya sajikan buat anda sekarang ini bercerita tentang kado-kado terindah dan tak ternilai harganya serta tidak mungkin bisa anda temukan di toko manapun di atas jagad ini. Istimewanya lagi, kado-kado ini bisa anda berikan kapan saja dan tidak perlu membelinya.

Namun demikian, delapan (8) macam kado ini bisa menjadi hadiah spesial bagi orang-orang yang Anda sayangi.

1. Kehadiran
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat, telepon, foto, atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.

2. Mendengar
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan
tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

3. Diam
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya 'ruang'. Terlebih jika sehari-hari kita sudah
terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik, bahkan mengomel.

4. Kebebasan
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah 'Kau bebas berbuat semaumu'. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

5. Keindahan
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

6. Tanggapan Positif
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap, atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.

7. Kesediaan Mengalah
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado 'kesediaan mengalah'. Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa musti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

8. Senyuman
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan syarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?

Barangkali sepele bila kita lihat kedelapan kado di atas, tapi bisakah kita ini memberikannya? Untuk sebagian kita, tidak mudah misalnya, tersenyum. Meskipun hanya sekedar melebarkan bibir untuk membuat sebuah senyuman, rasanya berat sekali. Apalagi bagi mereka yang terbiasa serius dan tidak peduli dengan orang lain.

Rasanya kita perlu berlatih untuk bisa kaya dengan jenis-jenis kado itu dan setiap saat siap menghadiahi orang-orang yang kita sayangi. Seperti yang disebutkan di atas, kado-kado itu tidak bisa dan tidak perlu dibeli di toko-toko. Tapi kadang tidak gampang kan untuk memilikinya? Apakah anda bersedia untuk selalu mengalah, menyingkirkan ego anda saat sinetron kesukaan anda diganti dengan acara lain yang, apalagi, anda sebel banget?

Gampang tapi susah. Gampang memiliki bila kita memang niat dan mau berupaya untuk mendapatkannya. Susah jika anda sendiri tidak termotivasi atau hanya terpaksa untuk bisa mempunyai kado yang gratis, murah meriah itu. Yang penting dilakukan adalah bagaimana kita mau berupaya mewujudkan kado-kado itu dan mempersembahkan kepada orang-orang yang ada di dekat hati atau kehidupan kita.

Hidup kita ini seperti orang main tenis. Saat bola itu kita lemparkan ke orang lain, bola itu juga yang akan dikembalikan kepada kita. Bila anda melempar senyuman, yakinlah bahwa anda akan memperoleh senyuman juga. Tapi coba anda bersikap egois terhadap sekeliling anda, jangan berharap anda akan mendapat balasan kerjasama dari lingkungan anda. Mana ada orang egois disenangi orang lain? Yang ada malah saat si egois itu jatuh, maka orang akan bertepuk tangan dan bersorak atas kesialan anda itu. Bila perlu mengadakan syukuran dengan memotong sapi, kambing, dan ayam agar lebih meriah perayaannya.

Ah, itu kan lamunan saya yang berlebih-lebihan. Untuk bagian akhir di atas, nggak usah dianggap serius lah. Bila anda punya sapi, kambing, dan ayam, mending dipotong dan dibagi-bagikan kepada tetangga, bukan untuk mensyukuri orang-orang egois yang sedang tertimpa musibah. Janji ya?

No comments:

Post a Comment