Sunday, November 26, 2006

Gelombang Cinta

Saya sempat geli ketika membaca sms dari Usos, teman yang tinggal di Semarang yang istrinya jual tanaman hias. Dalam smsnya dia tanya tentang harga bunga Antorium Gelombang Cinta di Bogor. Antorium Gelombang Cinta? Lucu amat namanya. Baru dengar kalau ada bunga namanya seperti itu. Jangankan harga, bentuknya kaya apa saja saya nggak tahu. Makanya, saat nemenin istri beli rak dan bunga anggrek di Jl. Dadali, kesempatan buat saya untuk mengetahui wujudnya Antorium tersebut. Ternyata ada banyak jenisnya. Sama penjual saya diajak tour untuk melihat koleksi Antorium yang dia miliki.

Antorium Gelombang Cinta (nama aslinya Anthurium, Wave of Love variety) tampilannya biasa saja. Nggak ada istimewanya. Saat saya tanyakan harganya, dijawab Rp. 65.000. Hah? Semahal itukah? Penjualnya sendiri heran kenapa bisa mahal dan juga banyak orang yang tertarik. Padahal sebelumnya bunga tersebut hanya berharga lima belas ribuan. Dia memperkirakan penyebab itu semua karena bunga tersebut ditulis di majalah pertanian seperti Trubus, sehingga banyak orang yang mencari. Kalau lihat fotonya, biasa saja kan? Apa coba yang menarik?

Ternyata bukan hanya harga Antorium Gelombang Cinta saja yang mengejutkan saya. Ada Antorium jenis lain yang lebih mahal, Rp. 150.000, yaitu jenis Bukeri (kata yang saya dengar dari ucapan penjualnya). Biasa saja juga tampilannya.

Yang lebih heboh lagi, ada yang harganya 1,5 juta. Saya jadi terdiam setelah dengar ucapan penjualnya. Dia bilang, Antorium jenis Jati ini memang dari dulu sudah mahal. Tidak seperti Gelombang Cinta yang menjadi mahal karena banyak orang yang demam. Demam membeli Antorium. Selain jenis Jati, penjual tersebut sebelumnya juga pernah menjual Antorium lain (jenisnya saya lupa) seharga 2,5 juta. Sayang dia sudah nggak punya jenis Antorium tersebut yang bisa ditunjukkan kepada saya.

Antorium termasuk tanaman hias yang keindahannya karena daunnya. Tapi kadang saya nggak habis pikir dengan orang-orang yang mau mengeluarkan jutaan rupiah untuk sebuah tanaman yang oleh sebagian orang awam (termasuk saya) dianggap biasa saja. Barangkali kalau saya kaya raya akan melakukan kegilaan seperti yang mereka lakukan.
What money can buy?

No comments:

Post a Comment