Jika anda yang banyak duit dan waktu sedang berbaik hati ingin mentraktir saya, tidak usah bingung. Saya akan bantu anda dengan memberikan daftar yang bisa dipilih untuk melaksanakan niat mulia anda itu.Saya ini banyak kesukaannya, dan memang orang hidup itu harus begitu. Saya sarankan anda juga sebaiknya seperti itu. Sebelum saya bicara panjang lebar, berikut ini apa-apa yang bisa anda lakukan untuk menyenangkan saya. Saya ini orangnya tidak mboten-mboten. Saya akan sangat happy bila dapat:
- main catur, scrabble, gaple, bilyard,
- minum float ice rootbeer di American Warteg (AW),
- makan soto lamongan, soto kudus, mi ayam,
- makan buah, apa saja kecuali buah kemang, bauk!,
- nonton film terutama film barat, yang action, drama, thriller juga boleh, asal jangan horor, tidak begitu suka, apalagi horornya Indonesia, tidak minterin,
- membaca buku, apa saja, terutama yang menginspirasi dan memotivasi,
- ndengerin musik, semua musik.
Jika anda lihat daftar kesukaan saya tadi, please, jangan menganggap saya ini penganut hedonisme. Tolong anda pisahkan antara hedonisme dengan menikmati hidup. Hedonisme memang mempunyai pengertian yang nyerempet-nyerempet dengan menikmati kehidupan. Benang merahnya adalah adanya unsur kesenangan. Hedonisme merupakan paham yang dianut orang-orang yang mencari kesenangan semata. Jika kita tidak waspada dalam menikmati kehidupan ini, tidak tertutup kemungkinan akan terjerumus ke dalam kehidupan hedonis. Jadi pada dasarnya kita harus paham dulu dan bisa membatasi diri.
Hidup ini indah, jadi sudah selayaknya kita nikmati. Kita akan bisa menikmati apabila kita menyukai. Untuk menyukai, yang kita lakukan harus menyenangkan. Nonsense bila ada yang mengatakan bisa menikmati sesuatu yang dia tidak senangi. Apapun. Jika begitu, kenapa kita tidak isi saja dengan hal-hal yang menyenangkan tanpa melupakan dan meninggalkan kewajiban lainnya. Intinya, kita seimbangkan kehidupan ini. Adakalanya kita istighfar dan tawakkal ketika datang waktu ta’zhim di depan Allah. Seolah-olah kita ini akan mati esok hari. Saat waktunya kerja, lakukanlah sebagai ibadah. Bekerjalah dengan giat. Bukan hanya work hard tapi kalau bisa work smart, perumpamaan kita akan hidup selama-lamanya. Sebagai keseimbangan, lengkapi dengan kesenangan sehingga hidup ini akan menjadi colorful dan cheerful. Carilah sebuah atau lebih hobi. Jalankan hobi itu. Maka dijamin anda akan senang. Tidak pernah ada orang menjalankan hobinya dalam keadaan sedih, karena hobi adalah kesenangan.
Hidup ini hanya sekali. Hidup di dunia ini maksud saya. Mengapa kita tidak hirup saja kenikmatan di dalamnya. Sekali lagi, bukan saya mengajarkan anda menjadi hedonis dan juga bukan menyuruh anda bersenang-senang saja tanpa mempedulikan orang lain. Sekali tempo kita perlu bersikap altruistik, sikap yang mendahulukan kepentingan orang lain. Janganlah egois. Jadilah manusia yang berjiwa sosial tinggi. Milikilah kepekaan sosial. Sudilah berkorban untuk orang lain. Suatu saat jadilah sebatang lilin, menerangi sekeliling dengan bersedia mengorbankan diri sendiri. Tidak ada ruginya kok berkorban. Apalah gunanya hidup anda jika tidak mau berbagi. Anda hanya membutuhkan sedikit harta untuk bisa menghilangkan haus di tenggorokan dan lapar di perut anda. Berapapun harta yang anda punyai tidak akan dapat membasahi tenggorokan dan mengisi perut nafsu anda, karena nafsu tidak ada batasnya. Makanya para koruptor itu sebenarnya secara materi bukannya orang miskin, justru mereka jutawan dan milyarder. Hanya saja, karena perut nafsunya yang ingin dia bikin kenyang maka sampai kapan pun tidak akan pernah penuh. Satu-satunya yang dapat menghentikan keinginan dia hanyalah kematian. Penjara pun hanya bisa menghentikan untuk sementara waktu saja. Masalahnya berani tidak para hakim itu menjatuhkan hukuman mati kepada koruptor. Jangan-jangan malah dia sendiri yang harus mati karena ternyata dia juga korupsi.
Saya sering ngomporin orang untuk menjalankan hobinya. Bila tidak punya, saya suruh mereka untuk mencari kegiatan yang bisa dijadikan hobi. Apakah anda pikir yang saya lakukan itu salah? Tolong tunjukkan di mana salah saya bila anda menganggapnya begitu. Saya berbuat demikian bukan karena ada keuntungan finansial yang akan saya peroleh. Saya hanya mengajak agar mereka menikmati hidupnya, agar kehidupan mereka seimbang, agar tidak stres dan hatinya gembira karena gembira itu menyehatkan.
Memang sudah seharusnya kita melakukan sesuatu dengan baik dan benar. Sebagai mahluk Allah yang tidak ada nilainya di hadapan Beliau, ya sudah seharusnya kita tsabat (komit) dalam menjalankan perintah dan menjauhi yang dilarang-Nya. Menjadi mahluk sosial berarti kita ini tidak boleh bersikap egois. Jangan sampai kita merasa serba lebih dari yang lain dan berlebihan dalam membanggakan diri sendiri yang ujung-ujungnya menjadi takabur. Sebagai mahluk sosial kita perlu bermu’amalah. Dengan berinteraksi sesama mahluk Allah kegembiraan juga akan muncul dari sana.
Hidup memang sekali, tetapi jangan sekali-sekalinya hidup malah bikin susah yang hidup.


